Klarifikasi: Pernyataan Zulkifli Hasan soal “Tanam Padi Tidak Menguntungkan, Ya Tanam Sawit” Disalahpahami
Bongkar Post | Jakarta – Potongan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) yang berbunyi “kalau tanam padi tidak menguntungkan, ya tanam sawit” beredar luas di media sosial dan menimbulkan anggapan seolah-olah pemerintah mendorong petani beralih dari padi ke kelapa sawit.
Pernyataan tersebut disampaikan Zulhas saat berpidato dalam Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Selasa (4/8/2026).
Dalam konteks lengkap, Zulhas menjelaskan prinsip pasar bebas yang dianut selama hampir 29 tahun pascareformasi. Menurutnya, pada masa itu pemerintah cenderung berorientasi pada komoditas yang dianggap paling menguntungkan. “Jadi kalau nanam padi tidak menguntungkan, ya tanam sawit. Sawit lebih untung ya tanam sawit. Nanti punya uang kita bisa beli beras. Itu prinsip-prinsip pasar bebas,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pola pikir tersebut menyebabkan Indonesia sangat bergantung pada impor pangan. Pada 2024 saja, Indonesia mengimpor 4,5 juta ton beras. Zulhas menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menolak pendekatan itu dan menjadikan swasembada pangan sebagai prioritas non-negotiable. Tujuannya agar keuntungan produksi pangan dinikmati petani dalam negeri, bukan petani negara lain seperti Thailand atau Vietnam.
Ketua Umum Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Slamet Ariyadi menilai potongan video yang beredar telah dipisahkan dari konteks aslinya sehingga berpotensi menyesatkan. “Pernyataan tersebut tidak dapat dimaknai sebagai ajakan meninggalkan budidaya padi atau mengurangi komitmen terhadap swasembada pangan. Bahkan, hal tersebut menerangkan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperkuat produksi pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menjaga ketahanan pangan,” kata Slamet dalam keterangan, Kamis (6/8/2026).
Slamet menekankan bahwa Zulhas menggunakan contoh sawit hanya untuk menggambarkan logika lama pasar bebas, bukan menyerukan petani membabat sawah atau mengganti lahan padi dengan kelapa sawit.
Hingga saat ini, pemerintah terus mendorong swasembada pangan melalui perbaikan irigasi, peningkatan alokasi pupuk bersubsidi, penggunaan benih unggul, serta penerapan teknologi pertanian. (Red)






